SPs UNY dan BPSDM Kemenhub Perkuat Kolaborasi Peningkatan Kualitas SDM melalui Pendidikan dan Pelatihan

Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan (BPSDM Kemenhub) membahas penguatan kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan kerja sama pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Gedung Imam Bernadib SPs UNY.

Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh Direktur SPs UNY, jajaran Wakil Direktur, pimpinan program studi, serta tim Unit Urusan Internasional dan Kemitraan (UUIK). Dari BPSDM Kemenhub, hadir Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur, Ibnu Romadhona, S.T., M.Sc.; Ketua Tim Program Pengembangan Kompetensi ASN, Wahid Mahmudi, S.E., MS.ASM; serta Penelaah Teknis Kebijakan, Cinthya M. Agustina dan Hilmi Wiko F. Kehadiran kedua pihak menjadi ruang untuk menyelaraskan arah pengembangan kerja sama dengan kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kerja sama antara kedua institusi, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Diskusi juga menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan pengembangan kompetensi dengan program akademik yang tersedia di SPs UNY.

Pendidikan Pascasarjana yang Relevan dengan Kebutuhan Profesional

Dalam pertemuan tersebut, SPs UNY memaparkan perkembangan pelaksanaan program pendidikan bagi mahasiswa yang berasal dari lingkungan Kementerian Perhubungan. Saat ini, perkuliahan pada Program Doktor (S3) Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) PJJ telah memasuki minggu kedua.

Koordinator Program Studi S3 PEP, Prof. Dr. Edy Supriyadi, menyampaikan bahwa program dirancang dengan orientasi pada penyelesaian studi secara efektif dan tepat waktu. Mahasiswa diarahkan untuk menyelesaikan studi dalam target masa pendidikan yang telah direncanakan, sekaligus memperoleh kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesional.

Salah satu penguatan yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan machine learning dalam analisis data. Kompetensi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan akademik mahasiswa dalam menyelesaikan studi, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan berbasis data di lingkungan kerja.

Sementara itu, pada Program Magister (S2) Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) PJJ, perkuliahan juga telah memasuki pertemuan kedua. Koordinator Program Studi S2 PTK, Dr. phil. Rahmatul Irfan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa mahasiswa mulai diarahkan untuk menentukan fokus penelitian tesis yang relevan dengan latar belakang akademik maupun bidang pekerjaannya.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian dengan melanjutkan topik yang telah ditekuni sebelumnya ataupun mengambil topik baru yang tetap memiliki keterkaitan dengan bidang pekerjaan. Dengan demikian, proses pendidikan pascasarjana dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan kompetensi profesional mahasiswa.

Penguatan Kompetensi Tidak Berhenti pada Perkuliahan

Selain pendidikan formal pada jenjang magister dan doktor, SPs UNY juga memiliki berbagai program pengembangan kompetensi yang dapat melengkapi proses pembelajaran mahasiswa. Program tersebut antara lain berupa webinar, pelatihan, dan kegiatan akademik lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kapasitas peserta.

Hal ini menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan bersama BPSDM Kemenhub, terutama terkait kebutuhan kompetensi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas profesional. Pengembangan kemampuan analisis data beserta pemanfaatan berbagai tools analisis menjadi salah satu kompetensi yang mendapat perhatian dalam diskusi.

Direktur SPs UNY menegaskan pentingnya merancang pendidikan pascasarjana secara efektif sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi sesuai target tanpa memperpanjang masa studi. Perencanaan pendidikan yang baik diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kualifikasi akademik yang lebih tinggi, tetapi juga memberikan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan institusi.

SPs UNY juga membuka peluang untuk mengembangkan aspek evaluasi sebagai bagian dari kolaborasi. Berbagai pengalaman, tantangan, maupun kebutuhan yang muncul dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kerja dapat menjadi bahan untuk dikaji secara akademik sehingga menghasilkan rekomendasi dan pengembangan berbasis data.

Menuju Kolaborasi yang Lebih Terintegrasi

Pembahasan kerja sama kemudian diarahkan pada penguatan ruang lingkup kemitraan sebagaimana dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kedua pihak mendiskusikan berbagai aspek kerja sama agar pelaksanaannya dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut tidak hanya ditempatkan dalam konteks pendidikan formal, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kompetensi melalui berbagai kegiatan akademik dan pelatihan. Integrasi antara pendidikan, pengembangan kompetensi, penelitian, dan kebutuhan institusi menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, SPs UNY dan BPSDM Kemenhub diharapkan dapat terus memperluas ruang sinergi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi akademik sekaligus kompetensi profesional yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik SPs UNY dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Perhubungan. Dengan sinergi yang berkelanjutan, pendidikan pascasarjana diharapkan tidak hanya menjadi jalur peningkatan kualifikasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses transformasi kompetensi dan peningkatan kualitas organisasi.