Assembly Meeting ICMGET 2026 Sepakati Pembentukan AGSAN, Perkuat Jejaring Graduate School Asia Menuju Kelas Dunia

Yogyakarta Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Assembly Meeting sebagai bagian dari rangkaian International Conference on Multi-dimensional Governance and Educational Transformation (ICMGET) 2026 pada Jumat, 28 Agustus 2026. Bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Sugeng Mardiyono SPs UNY, pertemuan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB tersebut mempertemukan pimpinan dan akademisi dari sejumlah graduate school serta perguruan tinggi di kawasan Asia untuk membahas penguatan jejaring dan kolaborasi pendidikan pascasarjana.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam merealisasikan visi Direktur SPs UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., untuk mendorong transformasi graduate school menuju institusi yang semakin berjejaring dan berkelas dunia. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah gagasan pembentukan AGSAN (Asian Graduate School Association Networks) sebagai wadah kolaborasi antar-graduate school di kawasan Asia.

Forum dihadiri secara langsung oleh sejumlah pimpinan dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) hadir Prof. Dr. Ridzwan bin Che Rus, Dean of Institute of Graduate Studies. Dari The Master's Theological Seminary International, Filipina, hadir Prof. Dr. Norberto Paranga, Jr., Dean of Graduate School, serta dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) hadir Prof. Dr. Nor Balkish Binti Zakaria.

Perwakilan Universitas Pasundan (UNPAS) yang hadir meliputi Prof. Dr. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., Rektor UNPAS; Prof. Dr. Bambang Heru Purwanto, M.S., Direktur Pascasarjana; Prof. Dr. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si., Wakil Direktur I Bidang Akademik; Prof. Dr. Atang Hermawan, S.E., MSIE., Ak., Wakil Direktur II Bidang Keuangan dan SDM; serta Prof. Dr. H. Horas Djulius, S.E.

Sementara itu, Universitas Nurul Huda (UNUHA) diwakili oleh Mukhamad Fathoni, M.Pd.I., Rektor UNUHA; Dedy Mardiansyah, M.Pd., Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda; Dr. Ade Rosad, M.Pd., Wakil Rektor IV; dan Lailatul Fitriyah, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan. Hadir pula Prof. Dr. Ketut Suma, M.S., Wakil Direktur II Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Prof. Syamsul Bachri, M.Sc., Ph.D., Direktur SPs Universitas Negeri Malang, serta Junaidi Budi Prihanto, S.KM., M.KM., Ph.D., Wakil Direktur SPs Universitas Negeri Surabaya.

Dari Universitas Negeri Medan (UNIMED), forum dihadiri oleh Prof. Budi Valianto, Direktur SPs; Drs. Eddiyanto, Ph.D., Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama; serta Prof. Dr. Abdurrahman Adisaputera, M.Hum., Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum. Sementara secara daring turut bergabung Assoc. Prof. Dr. Wan Marzuki Bin Wan Jaafar, Dean, Faculty of Educational Studies, Universiti Putra Malaysia.

Dari SPs UNY, forum dihadiri oleh Direktur SPs UNY Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Riset, dan Kerja Sama Prof. Dr. Dyah Kumalasari, M.Pd., Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan Prof. Dr. Yudanto, M.Pd., serta jajaran Koordinator Program Studi di lingkungan SPs UNY.

Membangun Jejaring Graduate School di Kawasan Asia

Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif dengan pembahasan yang berfokus pada bagaimana graduate school dapat membangun jejaring yang lebih kuat untuk menghadapi dinamika pendidikan tinggi global. Dalam forum tersebut, peserta menyepakati gagasan pembentukan AGSAN sebagai wadah untuk mempertemukan institusi pendidikan pascasarjana dari berbagai negara di Asia.

Prof. Dr. Ridzwan bin Che Rus menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan AGSAN. Ia juga mengusulkan agar jejaring tersebut pada tahap berikutnya dapat berkembang melalui keterlibatan negara-negara yang lebih luas, sehingga terbuka kemungkinan pengembangan AGSAN+ sebagai bentuk perluasan kolaborasi internasional.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pentingnya membangun standar dan mekanisme pengembangan mutu secara bersama. Melalui jejaring tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat saling berbagi praktik baik, mengembangkan kapasitas institusi, serta membuka ruang peer assessment yang memungkinkan masing-masing institusi belajar dan meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan.

Dalam pembahasan tersebut, juga muncul gagasan agar AGSAN tidak berhenti sebagai jejaring pada tingkat program atau fakultas, tetapi memperoleh dukungan yang lebih luas dari universitas dan pemangku kepentingan terkait. Penguatan jejaring pada tingkat yang lebih luas diharapkan dapat membuka peluang bagi lahirnya berbagai inisiatif strategis dalam pengembangan pendidikan pascasarjana.

Menuju Kolaborasi yang Lebih Terstruktur

Direktur SPs UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., turut mengembangkan gagasan mengenai arah penguatan jejaring tersebut, salah satunya melalui usulan nomenklatur ASEAN Graduate School Ranking. Gagasan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai bagaimana kolaborasi antarlembaga dapat diarahkan pada pengembangan standar, kualitas, dan daya saing graduate school di kawasan.

Namun, berbagai gagasan mengenai program, proyek, mekanisme keanggotaan, persyaratan, serta bentuk pengembangan AGSAN akan dibahas dan dirumuskan lebih lanjut. SPs UNY juga akan menyiapkan pembahasan mengenai aspek keanggotaan dan persyaratan yang diperlukan untuk mendukung keberlanjutan jejaring tersebut.

Kesepakatan pembentukan AGSAN mendapatkan dukungan dari seluruh peserta yang hadir dalam forum. Prof. Dr. Ketut Suma, M.S. menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut yang dinilai sejalan dengan visi Universitas Pendidikan Ganesha. Dukungan serupa disampaikan oleh perwakilan Universitas Negeri Malang, Universitas Pasundan, serta Assoc. Prof. Dr. Wan Marzuki Bin Wan Jaafar dari Universiti Putra Malaysia.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, seluruh institusi yang hadir dalam Assembly Meeting diposisikan sebagai founding members atau pihak yang menjadi bagian awal dalam pembentukan AGSAN. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk membangun sebuah jejaring yang diharapkan dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi strategis bagi graduate school di kawasan Asia.

Pertemuan kemudian ditutup dengan kesepahaman bahwa pengembangan program dan proyek konkret AGSAN akan dibahas pada tahap selanjutnya. Dengan demikian, Assembly Meeting tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga menjadi titik awal bagi pembentukan jejaring akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu, kolaborasi internasional, dan penguatan daya saing pendidikan pascasarjana.

Pembentukan AGSAN sekaligus menjadi bagian dari langkah SPs UNY dalam mewujudkan transformasi graduate school menuju jejaring pendidikan tinggi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global. Melalui kolaborasi lintas institusi dan lintas negara, jejaring ini diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk berbagi best practices, memperkuat kualitas akademik, serta mendorong pengembangan pendidikan pascasarjana yang mampu merespons tantangan masa depan.