Welcoming Ceremony Joint Supervision Prof. Dr. Tajularipin dari UPM

Sekolah Pascasarjana (SPs) menyelenggarakan Welcoming Ceremony On Site Joint Supervision pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Sugeng Mardiyono. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama akademik internasional bersama Universiti Putra Malaysia (UPM). Kegiatan ini juga didukung pendanaannya oleh program EQUITY THE Impact Ranking sebagai bagian dari upaya peningkatan kolaborasi global dan kualitas pendidikan berkelanjutan.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Direktur Akademik, Kemahasiswaan, Riset, dan Kerja Sama (AKRK) SPs UNY yang menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kehadiran delegasi UPM. Dalam sambutannya, beliau berharap kerja sama ini dapat memberikan pendampingan optimal bagi mahasiswa S-3 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP), Muthmainah, serta membuka ruang berbagi ilmu melalui kegiatan guest lecture. Selain itu, turut diperkenalkan berbagai program studi yang ada di lingkungan SPs UNY.

Perwakilan dari UPM, Prof. Tajularipin Binti Sulaiman, memaparkan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Ia menjelaskan bahwa UPM telah menerapkan sistem pembelajaran hybrid dengan komposisi 70% daring dan 30% luring. Lebih lanjut, ia membuka peluang kerja sama dalam bentuk program dual degree, student exchange, seminar bersama bagi mahasiswa S2 dan S3, hingga pelatihan strategi penulisan artikel ilmiah menuju indeks Scopus. Salam dari Dekan Fakulti Pengajian Pendidikan UPM, Iwan Marzuki, juga turut disampaikan dalam kesempatan tersebut.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan gagasan kolaboratif. Koordinator Program Studi S-3 Ilmu Pendidikan SPs UNY menanyakan kesesuaian program studi antara kedua institusi serta peluang kolaborasi webinar rutin. Menanggapi hal tersebut, Prof. Tajularipin menjelaskan bahwa UPM memiliki 17 program studi jenjang S2 dan S3 yang berpotensi untuk dikolaborasikan.

Koordinator Urusan Internasional dan Kerja Sama (UUIK) SPs UNY juga menggali lebih jauh terkait prosedur program double degree dan peluang student exchange. Dijelaskan bahwa program double degree memungkinkan untuk diwujudkan dengan tahapan penyusunan MoU, pengajuan ke senat universitas, serta proses yang memakan waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. UPM juga terbuka terhadap mahasiswa internasional, termasuk melalui skema transfer kredit, serta menyediakan dukungan fasilitas seperti akomodasi mahasiswa.

Dalam diskusi, Dr. Haryanto selaku kopromotor mahasiswa menyampaikan bahwa pembelajaran di program doktoral telah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dengan penggunaan R dan Python. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman kerja sama riset internasional sebelumnya menjadi modal kuat untuk menjalin kolaborasi dengan UPM.

Koordinator Program Studi S2 Ilmu Lingkungan, Prof. Dr. Edi Istiyono, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta memperkenalkan mahasiswa yang terlibat dalam program joint supervision, termasuk Muthmainah sebagai mahasiswa S-3 PEP.

Sebagai penutup, Muthmainah mempresentasikan rancangan disertasinya di hadapan para akademisi dari kedua institusi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga simbol awal penguatan kolaborasi internasional yang diharapkan dapat terus berkembang di masa mendatang, khususnya dengan dukungan program pendanaan strategis seperti EQUITY THE Impact Ranking.