SPs UNY Lakukan Kunjungan FGD Pengembangan SDM dan Kelembagaan ke SPs UNS

Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY) melaksanakan Kunjungan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Tinggi dan Kelembagaan ke Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (SPs UNS) Surakarta pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan dan pengembangan SDM di lingkungan pendidikan tinggi.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur SPs UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., didampingi oleh Koordinator Program Studi S3 Ilmu Pendidikan dan Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Teknik dan Kejuruan (PTK). Rombongan SPs UNY disambut hangat oleh Dekan SPs UNS beserta jajaran pimpinan, khususnya Pimpinan Senat Akademik SPs UNS.

Dalam sambutannya, Dekan SPs UNS menyampaikan bahwa SPs UNS memiliki karakteristik yang relatif serupa dengan SPs UNY, yakni sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) eks IKIP yang telah bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Terkait pengelolaan akademik, beliau menjelaskan bahwa program studi monodisiplin dikelola oleh fakultas masing-masing agar pengembangannya dapat berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan (sequencing). Saat ini, SPs UNS berfokus pada pengelolaan enam program studi multidisiplin.

Lebih lanjut, Dekan SPs UNS menekankan pentingnya peran Senat Akademik Sekolah Pascasarjana/Fakultas dalam mendukung pengambilan keputusan strategis. Senat Akademik berfungsi memberikan pertimbangan kepada pimpinan SPs dalam berbagai aspek, antara lain: pengembangan program multidisiplin, pengajuan pembukaan program studi baru, proses kenaikan jabatan fungsional dosen, serta sinergi dengan dekan dan jajaran terkait dalam pengangkatan dosen, mutasi, dan promosi.

Diskusi FGD juga berkembang pada isu pengembangan International Graduate (IG) serta penguatan kerja sama guna mendukung pengembangan institusi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dalam pemaparannya, pihak SPs UNS menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan fungsi Senat Akademik sangat ditentukan oleh terpenuhinya prasyarat utama, yakni keberadaan dosen homebase di SPs, khususnya Guru Besar yang berhomebase di Sekolah Pascasarjana.

Terkait mekanisme kenaikan pangkat dosen, disampaikan bahwa proses penilaian dilakukan melalui sistem terintegrasi (by system). Penilaian Angka Kredit (PAK) dilaksanakan secara berjenjang dengan melibatkan tim penilai yang telah ditetapkan. Selanjutnya, hasil penilaian tersebut dibahas dalam rapat Senat Akademik SPs UNS untuk kemudian diberikan rekomendasi kepada Rektor atau Universitas. Wakil Dekan Bidang Non-Akademik bertindak sebagai penanggung jawab proses PAK tersebut.

Dari sisi pengembangan International Graduate dan jejaring kelembagaan, SPs UNS telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta sektor industri dan perusahaan, sebagai bagian dari strategi penguatan institusi secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan FGD ini, SPs UNY berharap dapat memperoleh praktik baik (best practices) dalam pengelolaan SDM, peran Senat Akademik, serta pengembangan kerja sama kelembagaan, yang selanjutnya dapat diadaptasi untuk mendukung peningkatan mutu tata kelola Sekolah Pascasarjana UNY. (RB/LS)