Dorong Transformasi Pengawasan Sekolah melalui Penguatan Kompetensi dan Studi Lanjut

Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY), Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., hadir sebagai narasumber dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Tahun 2026 di Hotel Harris, Surabaya, Selasa (13/10/2026). Forum yang berlangsung pada 12–15 Oktober 2026 tersebut mempertemukan sekitar 556 peserta dari unsur pengurus dan pengawas sekolah berbagai daerah di Indonesia.

Keikutsertaan SPs UNY dalam forum nasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi pengawas sekolah. Melalui kegiatan sosialisasi program pendidikan pascasarjana, SPs UNY mendorong peningkatan kualifikasi akademik, kompetensi profesional, serta kapasitas pengawas dalam pembinaan dan penjaminan mutu pendidikan.

Dalam paparannya, Siswantoyo menekankan bahwa pengawas sekolah perlu melampaui fungsi pemeriksaan administratif. Pengawas diharapkan mampu menggerakkan perubahan yang terukur di sekolah binaan melalui kepemimpinan transformasional, pendampingan berbasis kebutuhan, pemanfaatan data, dan pengembangan inovasi pembelajaran. Dengan demikian, pengawasan tidak berhenti pada identifikasi persoalan, tetapi menghasilkan tindak lanjut yang berdampak terhadap mutu layanan pendidikan. Beliau menggarisbawahi pentingnya kemampuan pengawas sekolah untuk menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan binaan. Penguatan kapasitas itu, antara lain, dapat ditempuh melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan dan studi lanjut yang relevan dengan tantangan pendidikan.

SPs UNY memperkenalkan peluang pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3), termasuk program yang diselenggarakan melalui skema Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Skema tersebut memberi alternatif akses pendidikan tinggi bagi pengawas sekolah dari berbagai wilayah, dengan pengaturan pembelajaran yang memungkinkan peserta tetap menjalankan tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan keluarga sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Siswantoyo juga menjelaskan komitmen SPs UNY untuk mendukung kelancaran studi melalui sistem perkuliahan yang terencana, pendampingan tugas akhir, pemantauan kemajuan akademik, serta langkah percepatan penyelesaian studi. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepastian layanan akademik dengan tetap menjaga capaian pembelajaran dan standar mutu pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, pendidikan pascasarjana diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan kualifikasi formal, tetapi juga memperkuat kemampuan pengawas dalam merumuskan solusi berbasis riset. Persoalan nyata pada sekolah binaan dapat dikembangkan menjadi kajian akademik, rekomendasi perbaikan, dan inovasi yang dapat diterapkan serta dievaluasi dampaknya.

Forum Rakornas dan Rakernas APSI menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan pengembangan profesi pengawas sekolah dengan kapasitas akademik perguruan tinggi. Melalui penguatan jejaring dan penjajakan kolaborasi bersama APSI, SPs UNY berharap dapat memperluas akses studi lanjut sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pengawasan, pembinaan, dan penjaminan mutu pendidikan nasional. (SNT)