You are here
Publication Accelerator Program Series 1 Dorong Akademisi Menembus Jurnal Bereputasi melalui Strategi Penulisan dan Publikasi Ilmiah

Upaya menghasilkan artikel ilmiah yang mampu menembus jurnal bereputasi tidak berhenti pada kualitas hasil penelitian. Kemampuan membangun argumentasi, menentukan kontribusi ilmiah, memilih jurnal yang tepat, hingga memahami proses editorial menjadi bagian penting yang perlu dikuasai oleh seorang akademisi. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY) melalui Publication Accelerator Program – Series 1 menyelenggarakan webinar dan workshop bertema “Menembus Jurnal Bereputasi: Dari Riset Akademik Menuju Artikel yang Siap Dipublikasikan” pada 25–26 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas akademisi dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi artikel ilmiah yang lebih terstruktur dan siap diarahkan menuju jurnal bereputasi nasional maupun internasional.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan dari empat narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari strategi publikasi dan pemilihan jurnal, tradisi penulisan akademik internasional, pengembangan manuskrip melalui Belcher Framework, hingga Systematic Literature Review (SLR) dan etika publikasi. Hari pertama dikemas dalam format Expert Talk, sedangkan hari kedua diarahkan pada penguatan praktik penulisan dan pengembangan artikel ilmiah.
Pada hari pertama, Prof. Dr. Eng. Ir. Didik Nurhadiyanto, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., Ketua Pemeringkatan UNY sekaligus Ketua Pusat Rekayasa dan Manufaktur Eco-material (PRME), membawakan materi “Strategies for Scholarly Publication and Publishing in Reputable Journals”. Ia menekankan bahwa peluang sebuah artikel untuk diterima jurnal bereputasi pada dasarnya dimulai jauh sebelum proses submission, yakni dari kualitas penelitian yang dilakukan. “Artikel yang baik berawal dari penelitian yang kuat, metodologi yang tepat, serta kemampuan penulis menunjukkan kontribusi dan kebaruan penelitiannya secara jelas,” terang Prof. Didik.
Dalam paparannya, Prof. Didik juga menguraikan posisi strategis publikasi ilmiah bagi pengembangan karier akademik, pemenuhan kinerja dosen, persyaratan akademik mahasiswa pascasarjana, luaran penelitian, hingga reputasi institusi. Peserta diajak memahami karakteristik jurnal bereputasi, berbagai jenis artikel ilmiah, struktur manuskrip, strategi menentukan jurnal target, proses editorial screening dan peer review, serta pentingnya mengenali dan menghindari jurnal predator. Perspektif publikasi kemudian diperluas melalui sesi bersama Mona Tajalli, Ph.D. dari Stanford University, Amerika Serikat. Keterlibatan akademisi Stanford University dalam kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama internasional di bidang akademik antara Sekolah Pascasarjana UNY dan Stanford University. Kolaborasi tersebut membuka ruang pertukaran perspektif dan pengalaman akademik internasional, khususnya dalam pengembangan kapasitas penulisan dan publikasi ilmiah.
Dalam sesinya, Tajalli mengajak peserta melihat penulisan akademik bukan semata-mata sebagai persoalan mengikuti struktur atau format sebuah jurnal. Tulisan ilmiah juga menjadi ruang bagi akademisi untuk membangun posisi intelektual dan menempatkan hasil penelitiannya dalam percakapan keilmuan yang lebih luas. Menurut Tajalli, perbedaan tradisi keilmuan dan paradigma penelitian dapat memengaruhi cara peneliti membangun argumen, menggunakan teori dan metode, serta mengomunikasikan kontribusi penelitiannya. Karena itu, penulis perlu memahami tidak hanya apa yang ingin disampaikan melalui artikelnya, tetapi juga bagaimana gagasan tersebut diposisikan dalam tradisi akademik bidang yang dituju.
Memasuki hari kedua, fokus kegiatan bergeser dari pemahaman ekosistem publikasi menuju proses pengembangan manuskrip. Yuyun Sri Wahyuni, M.A., Ph.D., Koordinator Unit Akademik, Kemahasiswaan, dan Jurnal Sekolah Pascasarjana UNY, memperkenalkan Belcher Framework sebagai pendekatan sistematis untuk mengembangkan artikel ilmiah secara bertahap dalam kurun 12 minggu. Melalui materi “Belcher Framework: From Research Idea to Publishable Article”, peserta diajak melihat bahwa mengubah penelitian menjadi artikel jurnal tidak cukup dilakukan dengan sekadar memindahkan bagian-bagian laporan penelitian ke dalam format manuskrip. “Menulis artikel ilmiah bukan sekadar memindahkan hasil penelitian ke format jurnal. Penulis perlu menentukan klaim utama atau thesis statement yang jelas, analitis, dapat diperdebatkan, dan didukung oleh bukti penelitian.”
Untuk membantu peserta membangun kebiasaan menulis, sesi ini turut memperkenalkan strategi generative writing sebagai salah satu cara mengatasi writer’s block serta snack writing, yakni membangun konsistensi menulis melalui sesi-sesi singkat yang dilakukan secara rutin. Alternatif pengembangan artikel berbasis literatur kemudian dibahas oleh Dr. Septian Rahman Hakim, S.Kom., M.Pd. melalui materi mengenai Systematic Literature Review (SLR). Ia menjelaskan bahwa SLR berbeda dengan tinjauan pustaka biasa karena dilakukan melalui prosedur pencarian, seleksi, dan analisis literatur yang sistematis.
Peserta diperkenalkan dengan tahapan penyusunan pertanyaan penelitian, pencarian artikel melalui basis data ilmiah seperti Scopus dan Web of Science, penggunaan kata kunci dan Boolean logic (AND/OR), proses seleksi artikel, hingga penyajian hasil menggunakan pendekatan PRISMA. Sesi ini juga membedakan SLR dengan analisis bibliometrik. Jika bibliometrik lebih berorientasi pada pemetaan tren dan hubungan antarpenelitian, SLR menekankan analisis kritis terhadap substansi penelitian terdahulu untuk menemukan pola, kesenjangan penelitian (research gap), dan peluang pengembangan penelitian berikutnya.
Tidak hanya membahas strategi untuk meningkatkan peluang publikasi, kegiatan ini juga memberikan perhatian pada etika publikasi ilmiah. Peserta diajak memahami pentingnya kejelasan kontribusi setiap penulis, menghindari praktik salami slicing dan duplicate submission, serta menggunakan artificial intelligence secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kebijakan masing-masing jurnal. Seluruh rangkaian kegiatan dimoderatori oleh Ririn Susetyaningsih, S.S., M.A., yang memandu diskusi dan interaksi antara narasumber dan peserta. Pertemuan berbagai perspektif dalam Publication Accelerator Program – Series 1 diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman peserta mengenai teknis penulisan artikel, tetapi juga membantu mereka melihat publikasi sebagai sebuah proses yang dimulai dari kualitas penelitian, penguatan argumentasi, pemilihan jurnal, hingga respons terhadap proses editorial.
Publication Accelerator Program – Series 1 tidak berhenti pada penyelenggaraan webinar dan workshop. Sebagai tindak lanjut, program ini diarahkan pada klinik manuskrip, pengembangan komunitas menulis (writing club), distribusi materi, serta pendampingan peserta dalam mempersiapkan artikel menuju jurnal bereputasi. Melalui pendampingan tersebut, proses menulis diharapkan dapat terus berlanjut hingga manuskrip benar-benar siap memasuki proses publikasi.(SR)

FAKULTAS DI UNY
- Fakultas Ilmu Pendidikan
- Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Teknik
- Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Vokasi
- Fakultas Psikologi
- Fakultas Hukum
- Fakultas Kedokteran
- Sekolah Pascasarjana
SEKOLAH PASCASARJANA UNY
Kampus Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telp. +62274-550836 (front office)
Fax. +62274-520326 Email: pps@uny.ac.id, humas_pps@uny.ac.id
Website : http://sps.uny.ac.id
Copyright © 2026,

