Sekolah Pascasarjana UNY Terima Kunjungan Benchmarking Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh dari PPSDMAP

Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY) menerima kunjungan benchmarking pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) pada Kamis, 5 Februari 2026 di Ruang Rapat Pimpinan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengembangan sistem PJJ, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).

Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang dari Direktur Sekolah Pascasarjana UNY. Dalam sambutannya, Direktur SPs UNY menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PPSDMAP yang memilih SPs UNY sebagai mitra benchmarking, serta menegaskan komitmen SPs UNY dalam mendukung pengembangan pendidikan jarak jauh yang berkualitas dan berkelanjutan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dr. Ali Fikri, S.H., M.Kn., selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ali Fikri menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari SPs UNY serta menyampaikan permohonan maaf karena pada agenda sebelumnya bersama BPSDMP tidak dapat hadir secara langsung.

Dr. Ali Fikri menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan saat ini tengah beradaptasi dengan kebijakan baru Menteri terkait manajemen talenta ASN. Kebijakan tersebut menuntut pengembangan aparatur yang lebih adaptif dan berkelanjutan, dengan turunan manajemen talenta yang diwujudkan melalui pendidikan formal maupun nonformal, termasuk berbagai program pelatihan.

“Dalam pendidikan formal, kami telah bekerja sama dengan beberapa mitra, baik dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, kami sedang mengembangkan pendidikan dan pelatihan jarak jauh sebagai bagian dari strategi pengembangan kompetensi ASN,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa PPSDMAP memiliki sekitar 60.000 ASN yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan PJJ dinilai menjadi solusi strategis untuk menjangkau peserta didik secara lebih luas dan efisien, termasuk peluang kerja sama PJJ yang berkaitan dengan bidang transportasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur SPs UNY menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan. Direktur menegaskan harapan agar dokumen kerja sama yang telah ditandatangani antara kedua belah pihak tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan melalui program nyata dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, dibahas pula sejumlah terobosan yang dapat dikembangkan bersama, di antaranya memindahkan pelatihan luring menjadi daring, serta penguatan edukasi dan pendampingan dalam pengembangan kompetensi aparatur melalui sistem pendidikan jarak jauh.

Kunjungan benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara PPSDMAP dan Sekolah Pascasarjana UNY dalam mengembangkan PJJ yang inovatif, relevan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di Indonesia. (LS)