UNY–SHNU Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY) menerima kunjungan delegasi Shanghai Normal University (SHNU) dalam rangka penjajakan dan penguatan kerja sama akademik, khususnya di bidang pendidikan pada hari Senin, 12 Januari 2025 di Ruang Rapat Pimpinan. Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur, para Wakil Direktur SPs UNY, para Koordinator Program Studi Doktor (S3), serta tim Unit Urusan Internasional dan Kemitraan (UUIK) SPs UNY.

Delegasi SHNU yang hadir terdiri atas Zhang Yejiang, Shi Zhen, Hu Shuangshuang, Wang Zhenghai, serta Huayu Shen. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari hubungan kerja sama yang telah terjalin antara UNY dan SHNU, termasuk kolaborasi dengan UNESCO Teacher Education Centre (UNESCO TEC) serta program student exchange yang saat ini sedang berlangsung. Salah satu mahasiswa SHNU, Huayu Shen, telah mengikuti program pertukaran di UNY selama enam bulan terakhir.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara SHNU dan 12 program studi yang ada di Sekolah Pascasarjana UNY. Bentuk kerja sama yang dibahas meliputi kolaborasi riset, publikasi bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan program akademik bersama.

Direktur SPs UNY, Prof. Siswantoyo, M.Kes., AIFO. menyampaikan bahwa sebagian besar program studi di Sekolah Pascasarjana UNY berfokus pada bidang pendidikan, sehingga kerja sama dengan SHNU memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara strategis dan berkelanjutan. “Dengan kesamaan fokus pada pendidikan, kolaborasi antara SPs UNY dan SHNU sangat relevan untuk dikembangkan, baik pada level riset maupun program akademik,” ungkap beliau.

Perwakilan SHNU, Wang Zhenghai, secara khusus mengusulkan penguatan kolaborasi pada program doktoral di SPs UNY, terutama pada bidang comparative education, technological education, dan early childhood education. Usulan ini disambut positif oleh jajaran pimpinan SPs UNY.

Dalam diskusi lanjutan, Prof. Dr. Moch. Bruri Triyono yang merupakan Koordinator Program Studi S-3 PTK menginisiasi gagasan pengembangan kerja sama melalui program dual degree (co-tutelle) sebagai langkah awal. Program ini dinilai fleksibel karena dapat dilaksanakan dalam skema by research, sehingga tidak memerlukan penyelarasan kurikulum secara menyeluruh. Skema tersebut memungkinkan pengiriman satu hingga dua mahasiswa dari masing-masing institusi untuk mengikuti studi selama satu hingga dua semester, dengan pembimbing bersama (co-supervisor) dari kedua universitas.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan kemitraan strategis antara SPs UNY dan SHNU, khususnya dalam pengembangan pendidikan doktoral berorientasi riset dan kolaborasi internasional. (UF/LS)