International Webinar S3 PTK Bahas Peran AI Agents sebagai Mitra Pembelajaran

Program Studi S3 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan menyelenggarakan International Webinar bertajuk “AI Agents as Intelligent Partners: Opportunities, Limitations, and Ethics in Digital Learning” pada Sabtu (12/9). Kegiatan yang diikuti 61 peserta ini membahas perkembangan AI Agents dan potensinya sebagai mitra dalam proses pembelajaran.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pelaksanaan webinar yang mengangkat perkembangan AI Agents dalam pembelajaran sekaligus membuka ruang diskusi mengenai peluang, keterbatasan, dan etika pemanfaatan AI di bidang pendidikan. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang dimoderatori oleh Dr. Yoga Syahria.

Webinar menghadirkan Prof. Dr. Putu Sudira, M.P. sebagai narasumber pertama dengan materi “The New Era of AI Agents in Future TVET, Crucial Challenges in Strengthening the TVET System for the Future Workforce.”

Narasumber kedua, Adi Wijaya, Consultant Google Cloud Asia, membahas penerapan AI Agents sekaligus memberikan demonstrasi penggunaannya. Salah satu contoh yang dibahas adalah pemanfaatan AI untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi IELTS.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan mengenai penerapan AI bagi pengguna non-IT, desain 3D, kesehatan mental, hingga posisi manusia ketika AI semakin berkembang.

Dalam diskusi, disampaikan bahwa AI masih memiliki keterbatasan dan pengguna perlu memahami batas pemanfaatannya. AI sebaiknya tidak dijadikan tumpuan utama, tetapi sebagai partner yang dapat diajak berdiskusi dan membantu menyelesaikan pekerjaan.

Pertanyaan mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran juga menyoroti hubungan antara guru, siswa, dan AI. Kolaborasi ketiganya dinilai menjadi pendekatan yang lebih tepat dibandingkan menjadikan AI sebagai pengganti guru. Dengan demikian, guru dan siswa tetap memiliki peran penting dalam berpikir kritis, mengambil keputusan, dan mengevaluasi hasil yang diberikan AI.

Webinar turut membahas risiko ketergantungan terhadap AI, terutama karena penggunaan yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan seseorang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah secara mandiri. Karena itu, perkembangan AI perlu diikuti secara kritis dan digunakan secara proporsional.

Melalui webinar ini, peserta diajak memahami bahwa masa depan pembelajaran bukan sekadar tentang penggunaan AI sebagai alat, melainkan bagaimana manusia dan AI dapat membangun pola kolaborasi yang dinamis, etis, dan bertanggung jawab. (LS)