Navigating the Triple Transition, ICMGET 2026 Perkuat Kolaborasi Global UNY–UNPAS Menuju Masa Depan Pascadigital Berkelanjutan

Yogyakarta Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Universitas Pasundan (UNPAS) menyelenggarakan International Conference on Multi-dimensional Governance and Educational Transformation (ICMGET) 2026 pada Jumat, 28 Agustus 2026. Mengusung tema “Navigating the Triple Transition toward a Sustainable Post-Digital Future”, konferensi internasional ini menjadi forum akademik untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai transformasi tata kelola, pendidikan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Diselenggarakan secara blended, ICMGET 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan secara daring dan luring. Pelaksanaan onsite bertempat di Sekolah Pascasarjana UNY, yakni di Ruang Aula dan Ruang Teater Lantai 3 Gedung Sugeng Mardiyono. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai institusi untuk bertukar gagasan serta mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan dan tata kelola di tengah perubahan global.

Tema besar konferensi dijabarkan ke dalam tiga fokus utama, yaitu Digital Transformation, Green Governance & Sustainability, serta Educational Equity & Human Development. Ketiga tema tersebut merepresentasikan tiga dimensi perubahan yang semakin berkelindan dalam kehidupan akademik dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang diskusi untuk melihat bagaimana institusi pendidikan dapat merespons perkembangan teknologi, tuntutan keberlanjutan, dan kebutuhan akan pembangunan manusia yang lebih inklusif.

Konferensi dibuka oleh Prof. Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, M.Pd., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UNY. Pembukaan turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Negeri Yogyakarta. Dari SPs UNY hadir Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., selaku Direktur SPs UNY, Prof. Dr. Dyah Kumalasari, M.Pd., selaku Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Riset, dan Kerja Sama (AKRK), serta Prof. Dr. Yudanto, M.Pd., selaku Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan (PUK).

Dari Universitas Pasundan, kegiatan dihadiri Prof. Dr. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., selaku Rektor UNPAS, bersama Prof. Dr. Bambang Heru Purwanto, M.S., Direktur Pascasarjana UNPAS; Prof. Dr. Yaya Mulyana Abdul Aziz, M.Si., Wakil Direktur I Bidang Akademik; Prof. Dr. Atang Hermawan, S.E., MSIE., Ak., Wakil Direktur II Bidang Keuangan dan SDM; serta Prof. Dr. H. Horas Djulius, S.E.

Kehadiran mitra akademik juga berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) dan Universitas Nurul Huda (UNUHA). Dari UNDIKSHA hadir Prof. Dr. Ketut Suma, M.S., selaku Wakil Direktur II. Sementara dari UNUHA hadir Mukhamad Fathoni, M.Pd.I., Rektor UNUHA; Dedy Mardiansyah, M.Pd., Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda; serta Dr. Ade Rosad, M.Pd., Wakil Rektor IV.

Menghadirkan Perspektif Akademik Lintas Negara

Salah satu kekuatan ICMGET 2026 adalah keterlibatan akademisi dari berbagai negara sebagai pembicara. Kehadiran para speaker dari Pakistan, Filipina, Malaysia, dan Indonesia memperkaya perspektif dalam membahas perubahan pendidikan, tata kelola, serta pembangunan manusia dalam konteks global.

Dari Pakistan hadir Prof. Dr. Khurram Shabbir, Tenured Professor of Mathematics and Director General Abdus Salam School of Mathematical Sciences, Government College University Lahore. Dari Filipina hadir Prof. Dr. Norberto Paranga, Jr., Ph.D., D.Hum., D.Litt., selaku Dean of Graduate School, The Master's Theological Seminary International.

Perspektif dari Malaysia dihadirkan melalui Prof. Dr. Nor Balkish Binti Zakaria dari Accounting Research Institute, Universiti Teknologi MARA (UiTM), serta Prof. Dr. Raja Nor Safinas Binti Raja Harun dari Faculty of Languages and Communication, Universiti Pendidikan Sultan Idris. Sementara dari Indonesia hadir Prof. Dr. H. Horas Djulius, S.E., dari Graduate Program Universitas Pasundan, serta Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., Direktur SPs UNY.

Keberagaman latar belakang para pembicara memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami isu transformasi pendidikan dan tata kelola dari perspektif yang lebih luas. Pertukaran gagasan lintas negara tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi internasional dalam merespons perubahan teknologi, agenda keberlanjutan, dan tantangan pemerataan pendidikan.

Paper dan Poster Presentation dalam 13 Sesi Paralel

ICMGET 2026 membuka ruang bagi peserta untuk mendiseminasikan gagasan dan hasil penelitian melalui dua skema, yaitu paper presentation dan poster presentation. Sebanyak 10 presenter poster turut berpartisipasi dalam konferensi, sementara presentasi paper diselenggarakan melalui sesi paralel yang terbagi ke dalam 13 ruang.

Pembagian sesi paralel memungkinkan diskusi berlangsung lebih terfokus sesuai dengan bidang dan tema penelitian peserta. Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga berdiskusi, mendapatkan masukan akademik, serta membangun jejaring dengan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas karya dan partisipasi peserta, ICMGET 2026 menghadirkan sejumlah kategori penghargaan, yaitu Best Paper, Best Oral Presenter, Best Poster, Best Paper Presenter, Best Online Participant, dan Best Onsite Participant. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan apresiasi terhadap kualitas karya ilmiah, kemampuan presentasi, serta keterlibatan aktif peserta dalam konferensi.

Memperkuat Kolaborasi Akademik untuk Masa Depan

Penyelenggaraan ICMGET 2026 menjadi bagian dari upaya UNY dan UNPAS dalam memperluas ruang kolaborasi akademik pada tingkat internasional. Tema “Navigating the Triple Transition toward a Sustainable Post-Digital Future” menempatkan konferensi ini tidak hanya sebagai forum diseminasi penelitian, tetapi juga sebagai ruang untuk membaca berbagai perubahan yang berpotensi membentuk masa depan pendidikan dan masyarakat.

Pembahasan mengenai transformasi digital, tata kelola hijau dan keberlanjutan, serta pemerataan pendidikan dan pembangunan manusia mendorong lahirnya perspektif yang lebih integratif dalam memahami kompleksitas perubahan global. Kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas negara menjadi salah satu fondasi penting untuk mengembangkan gagasan dan solusi yang relevan terhadap tantangan tersebut.

Selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan, konferensi ini juga menghasilkan prosiding ber-ISBN sebagai salah satu luaran akademik. Dengan demikian, gagasan dan hasil penelitian yang dipresentasikan dalam ICMGET 2026 dapat terdokumentasi dan menjadi bagian dari kontribusi akademik yang lebih luas.

Melalui ICMGET 2026, SPs UNY bersama UNPAS menegaskan komitmen untuk terus memperkuat jejaring akademik global sekaligus menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai perspektif keilmuan. Konferensi ini diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian, publikasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia guna menghadapi masa depan pascadigital yang berkelanjutan dan berkeadilan.