You are here
SPs UNY Berbagi Praktik Baik Penguatan Kurikulum Pascasarjana dan Pembelajaran Jarak Jauh di Universitas Negeri Padang

Padang – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY) terus memperkuat jejaring kemitraan antarperguruan tinggi melalui berbagi praktik baik dalam pengembangan pendidikan pascasarjana. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan SPs UNY sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kurikulum Pascasarjana yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Padang (UNP) di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat UNP, Jumat (17/7).
Direktur Sekolah Pascasarjana UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan yang diikuti oleh pimpinan universitas, koordinator program studi S2 dan S3, tim pengembang kurikulum, serta sivitas akademika Sekolah Pascasarjana UNP.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNP, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., yang mewakili Rektor UNP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penguatan kurikulum Pascasarjana perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan perspektif dari berbagai perguruan tinggi agar mampu menjawab dinamika kebijakan pendidikan tinggi sekaligus kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pengalaman SPs UNY dalam mengembangkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran serta menyelenggarakan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi referensi penting bagi UNP dalam mempersiapkan pengembangan layanan pendidikan pascasarjana yang lebih adaptif dan inovatif.
Dalam paparannya, Prof. Siswantoyo menjelaskan berbagai strategi yang telah diterapkan SPs UNY dalam pengembangan kurikulum Pascasarjana. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penyusunan struktur kurikulum yang selaras dengan standar nasional maupun kecenderungan internasional. Beliau menjelaskan bahwa beban studi program magister dan doktor di SPs UNY berada pada rentang 40–44 SKS, yang disusun secara proporsional antara mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan, dan kegiatan penelitian. Struktur tersebut juga mempertimbangkan berbagai indikator mutu yang menjadi perhatian dalam akreditasi nasional maupun internasional.
Selain itu, Prof. Siswantoyo memaparkan pengalaman SPs UNY dalam mengimplementasikan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), mulai dari tahap perencanaan, pemenuhan sumber daya manusia, pengembangan sistem pembelajaran, hingga pelaksanaan akademik. Menurutnya, penyelenggaraan PJJ bukan sekadar memindahkan proses pembelajaran ke platform digital, tetapi merupakan transformasi sistem pembelajaran yang tetap menjamin mutu akademik, interaksi dosen-mahasiswa, serta pencapaian capaian pembelajaran lulusan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh Fitri Mudia Sari, S.Si., M.Si., Koordinator Program Studi Pendidikan Biologi UNP, yang menanyakan proporsi ideal antara mata kuliah pedagogik dan penguatan keilmuan (content science) dalam kurikulum program pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Prof. Siswantoyo menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum perlu tetap mengedepankan keseimbangan antara kompetensi profesional sesuai bidang ilmu dengan kompetensi pedagogik, dengan komposisi yang disesuaikan terhadap profil lulusan dan capaian pembelajaran masing-masing program studi.
Peserta juga mengangkat berbagai tantangan dalam pengembangan program pascasarjana, di antaranya strategi meningkatkan minat calon mahasiswa, kendala perizinan studi bagi aparatur sipil negara di beberapa daerah, serta kekhawatiran calon mahasiswa terhadap kemampuan menyelesaikan studi tepat waktu. Berbagai isu tersebut menjadi bahan diskusi bersama untuk merumuskan strategi pengembangan layanan pendidikan pascasarjana yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas akademik.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., Koordinator Program Studi S3 Ilmu Keguruan Bahasa FBS UNP, mengajukan pertanyaan mengenai perbedaan karakteristik program reguler, by research, dan penyelenggaraan PJJ pada jenjang pascasarjana. Menanggapi hal tersebut, Prof. Siswantoyo menjelaskan bahwa PJJ memiliki standar mutu akademik yang setara dengan program reguler, dengan perbedaan utama terletak pada strategi penyampaian pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, serta desain interaksi belajar yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa.
Sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi, pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta dan Pascasarjana Universitas Negeri Padang. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas akademik, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi berbagai program strategis di bidang pendidikan pascasarjana.
Melalui kegiatan ini, SPs UNY kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia melalui kolaborasi antarlembaga, berbagi praktik baik, serta penguatan inovasi pembelajaran yang mendukung peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan pascasarjana. (SR)

FAKULTAS DI UNY
- Fakultas Ilmu Pendidikan
- Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Teknik
- Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Vokasi
- Fakultas Psikologi
- Fakultas Hukum
- Fakultas Kedokteran
- Sekolah Pascasarjana
SEKOLAH PASCASARJANA UNY
Kampus Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telp. +62274-550836 (front office)
Fax. +62274-520326 Email: pps@uny.ac.id, humas_pps@uny.ac.id
Website : http://sps.uny.ac.id
Copyright © 2026,

