SPs UNY dan University of Toyama Bahas Pengembangan Dual Degree dan Perluasan Kolaborasi Akademik Internasional

Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan Koordinasi Kolaborasi Dual Degree Program dengan University of Toyama, Jepang pada Rabu, 7 Juli 2026 di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Gedung Imam Bernadib SPs UNY. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menjajaki implementasi program dual degree sekaligus memperluas berbagai bentuk kolaborasi akademik internasional antara kedua institusi.

Kegiatan dihadiri oleh Direktur SPs UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Riset, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Dyah Kumalasari, M.Pd., Koordinator Unit Urusan Internasional dan Kemitraan (UUIK) beserta tim, Koordinator Program Studi Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP), Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK), Tim Staf Ahli Kerja Sama dan Sistem Informasi (KSSI), Staf Ahli Akademik serta Tim Kantor Internasional (KI) UNY. Dari pihak University of Toyama hadir Prof. Dr. Ishwar Singh Parhar, Distinguished Research Professor sekaligus Chief Director of CITIR, yang memaparkan berbagai peluang kerja sama akademik yang dapat dikembangkan bersama SPs UNY.

Dalam diskusi, Prof. Ishwar menyampaikan bahwa terdapat peluang yang sangat terbuka untuk mengembangkan program dual degree antara SPs UNY dan University of Toyama, khususnya pada jenjang pascasarjana. Menurutnya, implementasi dual degree di tingkat magister maupun doktor relatif lebih memungkinkan karena mahasiswa telah memiliki kesiapan akademik yang lebih baik serta menghadapi hambatan bahasa yang lebih kecil dibandingkan pada jenjang pendidikan lainnya.

Selain menghasilkan dua gelar akademik, program dual degree juga dinilai mampu memberikan nilai tambah melalui peningkatan pengalaman internasional mahasiswa, penguatan jejaring akademik, serta peluang menghasilkan publikasi ilmiah bersama. Diskusi juga menyoroti pentingnya penyelarasan kurikulum dan skema pembelajaran sebagai langkah awal dalam mewujudkan implementasi program tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ishwar turut memperkenalkan berbagai program internasional lain yang dapat menjadi bagian dari penguatan kerja sama kedua institusi. Salah satunya adalah penyelenggaraan short course yang direncanakan berlangsung pada September 2026 dengan alokasi tujuh hibah bagi mahasiswa UNY. Program ini diharapkan menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional sebelum mengikuti program kolaborasi yang lebih luas.

Pembahasan juga mencakup pengembangan program student mobility yang selama dua tahun terakhir telah berjalan melalui inisiasi Prof. Ishwar. Tahun ini, University of Toyama dijadwalkan menerima sekitar 70 mahasiswa internasional sebagai bagian dari program mobilitas akademik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi penting dalam pengembangan program pertukaran mahasiswa yang lebih terstruktur bersama SPs UNY.

Tidak hanya bagi mahasiswa, peluang kolaborasi juga diarahkan kepada dosen dan peneliti. Dalam forum tersebut dibahas kemungkinan pelaksanaan research internship, pengembangan riset kolaboratif, hingga program sabbatical leave bagi dosen muda untuk memperkuat jejaring penelitian internasional dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah.

Selain itu, Prof. Ishwar menyampaikan bahwa mahasiswa juga berpeluang mengikuti seminar internasional bertajuk The University Future yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada Desember mendatang. Seminar tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring akademik lintas negara, serta mendiseminasikan hasil penelitian pada forum internasional.

Menariknya, diskusi juga menyinggung kemungkinan pengembangan jalur akademik yang terintegrasi dengan pengalaman profesional. Prof. Ishwar menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki peluang untuk mengikuti program lanjutan yang memungkinkan mereka memperoleh pengalaman belajar, riset, hingga kesempatan bekerja di luar negeri sebelum kembali berkontribusi di Indonesia. Skema tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi global sekaligus tetap berorientasi pada pembangunan nasional.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi. Berbagai gagasan yang mengemuka menjadi fondasi awal bagi penyusunan skema kerja sama yang lebih komprehensif antara SPs UNY dan University of Toyama. Melalui penjajakan ini, SPs UNY kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring internasional melalui pengembangan program dual degree, mobilitas akademik, riset kolaboratif, serta berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan daya saing lulusan di tingkat global.