PPs UNM Gali Praktik Baik Tata Kelola dan Pengembangan SDM di SPs UNY

Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY) menerima kunjungan benchmarking dari Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) pada Jumat, 25 September 2026. Bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Sugeng Mardiyono, kegiatan ini menjadi forum pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan pascasarjana, khususnya terkait tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, layanan akademik, dan penguatan sistem administrasi.

Rombongan PPs UNM yang berjumlah 13 orang dipimpin oleh Makhrunnisa, S.E., M.M., selaku Kepala Subbagian, dan disambut langsung oleh Direktur SPs UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., bersama Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Riset, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Dyah Kumalasari, M.Pd., serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan, Prof. Dr. Yudanto, M.Pd. Turut hadir jajaran pengelola dan tenaga kependidikan di lingkungan SPs UNY.

Dalam sambutannya, Prof. Siswantoyo menyampaikan bahwa UNY dan UNM memiliki kedekatan akademik yang menjadi landasan penting bagi penguatan kerja sama antarinstitusi. Ia berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan bersifat timbal balik, termasuk melalui pertukaran pengalaman serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kedua perguruan tinggi.

Mewakili PPs UNM, Makhrunnisa menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik pengelolaan pascasarjana di SPs UNY. Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam kegiatan ini, mulai dari penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat hingga pengelolaan dosen, tenaga kependidikan, keuangan, serta layanan perpustakaan.

Dalam sesi pemaparan, SPs UNY memperkenalkan perkembangan kelembagaan sejak masa inisiasinya pada 1981 hingga arah transformasi menuju Cyber Graduate School. Transformasi tersebut mencakup penguatan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, optimalisasi teknologi digital, serta perluasan jejaring akademik internasional.

Salah satu praktik yang dibagikan adalah strategi pengembangan sumber daya manusia melalui penempatan dosen sesuai kebutuhan program studi dan pengayaan kompetensi tenaga kependidikan. SPs UNY juga mendorong setiap program studi untuk mengoptimalkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memperluas kolaborasi internasional. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah pembentukan Asian Graduate School Association Networks (AGSAN), sebagai wadah penguatan jejaring antarinstitusi pendidikan pascasarjana di kawasan Asia.

Diskusi kemudian dilanjutkan bersama Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Umum, dan Keuangan, Prof. Dr. Yudanto, M.Pd. Dalam sesi ini, kedua institusi bertukar pengalaman mengenai berbagai aspek operasional dan pengelolaan pascasarjana, termasuk sistem rekrutmen dosen, pengelolaan keuangan, pengembangan karier tenaga kependidikan, dan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Terkait pengelolaan dosen, SPs UNY berbagi pengalaman mengenai pengembangan dosen homebase yang mulai dilaksanakan melalui skema rekrutmen perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) pada 2025. Pembahasan juga mencakup pengembangan karier dan jabatan fungsional sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Aspek digitalisasi layanan turut menjadi perhatian dalam kegiatan benchmarking ini. SPs UNY memperkenalkan pemanfaatan sistem e-service dalam mendukung layanan administrasi, serta integrasi layanan perpustakaan yang memungkinkan mahasiswa mengakses berbagai sumber referensi, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Pengelolaan karya ilmiah mahasiswa, termasuk tesis dan disertasi, juga menjadi bagian dari diskusi mengenai penguatan layanan akademik berbasis teknologi.

Pertukaran pengalaman tersebut memberikan ruang bagi kedua institusi untuk melihat beragam pendekatan dalam pengelolaan pendidikan pascasarjana sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing. Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta dapat menggali praktik baik yang berpotensi menjadi referensi dalam pengembangan sistem tata kelola, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kapasitas kelembagaan.

Kunjungan benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi yang lebih erat antara SPs UNY dan PPs UNM. Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kegiatan ini mencerminkan komitmen kedua perguruan tinggi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan pascasarjana melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi tata kelola yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan tinggi.