Sekolah Pascasarjana UNY dan Sekolah Pascasarjana UNP Perkuat Kolaborasi melalui Diskusi Strategis Pengembangan Pendidikan Pascasarjana

Padang – Sebagai tindak lanjut rangkaian Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kurikulum Pascasarjana, jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY) melaksanakan diskusi strategis bersama pimpinan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) pada Sabtu (18/7/2026) di Ruang Direktur Sekolah Pascasarjana UNP. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus berbagi praktik baik (best practices) dalam pengembangan pendidikan pascasarjana.

Pertemuan dipimpin oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO, dan disambut oleh jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UNP yang terdiri atas Direktur Sekolah Pascasarjana UNP, Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D.; Wakil Direktur I, Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si.; serta Wakil Direktur II, Prof. Dr. Oriza Candra, S.T., M.T. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif dengan fokus pada pertukaran pengalaman (best practices) dalam pengelolaan institusi pascasarjana.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah strategi penguatan tata kelola Sekolah Pascasarjana agar mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi serta tuntutan transformasi digital. Prof. Siswantoyo memaparkan berbagai pengalaman SPs UNY dalam mengembangkan layanan akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta membangun berbagai program strategis yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Siswantoyo juga berbagi pengalaman mengenai pengembangan kemitraan strategis yang telah dijalin SPs UNY dengan berbagai institusi, termasuk kerja sama bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu contoh implementasi sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan pascasarjana, pelatihan, serta inovasi pembelajaran.

Diskusi juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi oleh kedua institusi. Baik SPs UNY maupun Sekolah Pascasarjana UNP memiliki sejumlah persoalan yang relatif serupa, di antaranya keterbatasan dosen tetap yang berada di bawah pengelolaan Sekolah Pascasarjana serta tingginya beban mengajar dosen yang berasal dari berbagai fakultas. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama dalam menjaga kualitas layanan akademik sekaligus mendukung pengembangan program studi dan penelitian.

Melalui forum ini, kedua institusi saling bertukar pandangan mengenai berbagai alternatif solusi, mulai dari penguatan tata kelola sumber daya manusia, optimalisasi kolaborasi lintas fakultas, hingga pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra eksternal sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan. Prof. Siswantoyo menyampaikan bahwa forum seperti ini menjadi ruang yang sangat penting untuk saling belajar antarperguruan tinggi. "Setiap institusi memiliki tantangan yang berbeda, tetapi juga memiliki praktik baik yang dapat saling dipelajari. Melalui diskusi dan kolaborasi seperti ini, kita dapat memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan pascasarjana," ungkapnya.

Pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan antara SPs UNY dan Sekolah Pascasarjana UNP yang sebelumnya telah diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dalam bidang akademik, pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program strategis lainnya yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen SPs UNY dalam memperkuat jejaring nasional sekaligus menghadirkan praktik-praktik inovatif untuk mendukung pengembangan pendidikan pascasarjana yang adaptif, berkualitas, dan berdaya saing. (SR)