• KULIAH UMUM MORAL DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI ABAD 21

    Rabu, 18 Oktober 2017 diadakan kuliah umum yang bertema “Kecenderungan Pendidikan Moral dan Kajian Kewarganegaraan pada abad ke-21” di aula lantai 7 gedung pasca sarjana. Kuliah umum ini dimulai pukul 09.00 – 12.00 WIB yang dihadiri oleh mahasiswa S2 Pendidikan Kewarganegaraan dan S1 Pendidikan Kewarganegaraan serta beberapa mahasiswa ilmu sosial. Acara dimulai dengan sambutan dan pembukaan dari Dr. Suharno, M.Si selaku ketua jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pasca Sarjana. Kuliah umum dengan tema kecenderungan pendidikan moral dan kajian kewarganegaraan pada abad ke-21 ini disampaikan oleh Prof. Wiel Veugelers, Ph.D dengan didampingi Dr. Samsuri, M.Ag. Prof. Wiel Veugelers adalah dosen dari University for Humanistic Studies in Utrecht (the Netherlands). Beberapa penelitian dan ruang lingkup pengajaran antara lain dalam bidang pendidikan kewarganegaraan, perkembangan moral, kemampuan pedagogig guru, dan sebagainya.
    Acara kuliah umum diawali dengan penjelasan tentang konsep moral. Prof. Wiel Veugelers menjelaskan bagaimana pendidikan karakter di sekolah untuk menumbuhkan rasa hormat yaitu pendidikan karakter yang berfokus pada kebaikan, kelakuan, kemudian ada penetapan nilai dan penyesuaian diri. Beliau menjelaskan bahwa pendidikan moral itu dengan reading the world not the word, pendidikan moral tidak hanya sebatas kata, tetapi harus dipraktekan dalam kehidupan nyata untuk mencapai kehidupan yang lebih demokratis, perubahan atau keadilan sosial melalui pendidikan yang kritis. Nilai- nilai moral di dunia tampak berbeda, lebih interaktif di antara perbedaan nilai moral, dan lebih banyak nilai moral campuran. Perbedaan nilai moral di dunia disebabkan karena sumbernya berbeda. Sumber- sumber nilai moral berasal dari kebudayaan, kepercayaan atau agama, pandangan politik, dan pilihan masing-masing individu.
    Pendidikan moral dalam pelaksanaanya melalui metode pengajaran, budaya sekolah yang di dalamnya terdapat partisipasi, hubungan baik, dan kerjasama antara siswa dan guru. Selain itu di dalam kurikulumnya terdapat mata pelajaran khusus pendidikan moral, terintegrasi dalam mata pelajaran dan melalui kegiatan lintas kurikuler. Prof. Wiel juga menyebutkan bahwa ada 3 tujuan pedagogik dalam pengembangan pendidikan moral dan kewarganegaraan yaitu kedisiplinan, kemandirian, dan solidaitas. Tujuan itu dicapai dengan cara beradaptasi, individualistis, dan demokrasi kritis.
    Meskipun Prof. Wiel menyampaikan materi kuliah umum menggunakan Bahasa Inggris sepenuhnya, tetapi tidak mengurangi antusias mahasiswa peserta kuliah umum. Prof Wiel memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi terkait materi yang disampaikan tentang pendidikan moral. Peserta terlihat aktif dalam memberikan tanggapan maupun pertanyaan. Setelah selesai berdiskusi, kuliah umum ditutup dan dilanjutkan hari ke-2 Kamis, 19 Oktober 2017 dengan tema Pendidikan Toleransi di Eropa. (Patmisari/ PPKn- S2)

  • Mahasiswa S2 dan S3 mengikuti Guest Lecture oleh Prof. Mingchang Wu dan Assoc. Prof. Dr. Margarita Pavlova

    Mahasiswa S2 dan S3 dari jurusan Pendidikan Teknologi dan kejuruan (PTK), Pendidikan Teknik Informasi (PTI), Pendidikan Teknik Elektronika (PTE), Pendidikan Teknik Mesin (PTM) dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengikuti General Lecture (Sabtu, 30/9/17) dengan tema “Cutting Edge Research Trend in Vocational Education” yang disampaikan oleh Prof. Mingchang Wu yang merupakan Dekan dari National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan dan “Vocational Education in facing Economic Challenge in Asean Economic Community (AEC)” yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Margarita Pavlova dari Departement on International Education and Lifelong Learning The Education University of Hongkong.
    Pada sesi pertama Prof. Wu mengawali kuliahnya dengan memotivasi mahasiswa tentang bagaimana sukses dalam studi, karir dan kehidupan. Beliau menghimbau bahwa mahasiswa harus menyeimbangkan kehidupan akademisnya dengan kehidupan sosialnya. Selain belajar mahasiswa dianjurkan meluangkan waktunya untuk berolahraga, melakukan hobinya dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
    Selanjutnya Prof.Wu mengajarkan pada mahasiswa bagaimana memahami sebuah paper penelitian dan mengaplikasikannya pada penelitian yang sedang dikakukan. Selain itu beliau memaparkan tentang isu-isu yang dapat diteliti secara individual dan topik-topik yang disarankan untuk penelitian di bidang pendidikan kejuruan.
    Berbeda dengan Prof. Wu, Prof. Pavlova memberikan pengetahuan yang sangat baru bagi mahasiswa, yaitu mengenai pendidikan teknologi dan kejuruan untuk perkembangan sosial dan ekonomi di kawasan Asia. Beliau memaparkan tentang peran pendidikan kejuruan dalam pencapaian tujuan SDG (Sustainable Development Goals). “Ke depan pendidikan kejuruan harus lebih menyiapkan green skills untuk turut mensukseskan tujuan SDG”, tambahnya. (Manggalasari)

  • Alumni UNY Harus Respon Terhadap Perubahan Global

    Perubahan global terjadi dengan sangat cepat. Kemajuan dunia pendidikan diperkirakan masih ketinggalan 1-2 tahun terhadap kebutuhan dunia kerja. “Ini yang harus kita sadari bersama. Mengutip ajakan presiden Jokowi, jangan sampai kita terjebak rutinitas, keseharian kita dan tidak sadar bahwa dunia sudah berubah sangat cepat”, ungkap Dr. Moch. Bruri Triyono dalam Yudisium lulusan Program Pascasarjana UNY, Jumat, 29 September 2017.

  • PPs UNY Terima 11 Mahasiswa Asing Program KNB

    Program Pascasarjana (PPs) UNY sebagai salah satu pengelola Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Kemristek Dikti kembali menerima 10 mahasiswa asing dari beberapa Negara di antaranya dari Mexico, Burundi (2), Rwanda, Mali, Turkmenistan, China, Laos, dan Thailand (2). Selain itu, UNY juga mendapat kepercayaan untuk menerima 1 mahasiswa asal Hungaria yang merupakan Program Kerja Sama Pemerintah RI dengan Hungaria untuk program BIPA.

  • Mahasiswa MP, Calon Pemimpin Yang Besar dan Terpercaya dalam Bidang Pendidikan

    “Perlu diketahui bersama bahwa visi prodi Manajemen Pendidikan (MP) ke depan adalah Big and Trusted Leader in Education. Alumni MP diproyeksikan menjadi pemimpin besar dan terpercaya dalam bidang pendidikan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, simaklah dengan seksama paparan yang disampaikan oleh dosen tamu kita dari Universitas Negeri Surabaya”, ungkap Prof. Dr. Sugiyono selaku kaprodi S-2 dan S-3 MP PPs UNY dalam pembukaan guest lecture pada Kamis, 28 September 2017.

  • Asa Menuju Keunggulan Prodi S-2 Psikologi PPs UNY

    Akreditasi merupakan salah satu aspek yang menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan program studi yang akan digelutinya. Di samping untuk mengetahui kualitas program studi yang dipilih, juga menjadi salah satu penunjang kesuksesan mahasiswa dalam bidang layanan akademik. Selain itu, akreditasi juga menjadi unsur persyaratan ketika akan memasuki dunia kerja atau studi lanjut ke jenjang pendidikan berikutnya.

  • Prodi S2 PLB PPs UNY Selenggarakan Kuliah Umum “Memahami Perilaku Bermasalah Anak Berkebutuhan Khusus dan Intervensi yang Tepat”

    Program studi S2 Pendidikan Luar Biasa Program Pascasarjana melaksanakan kuliah umum tentang “Memahami Perilaku Bermasalah Anak dan Intervensi yang Tepat”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2017 di ruang Sidang Utama Lantai II Gedung Rektorat, Unversitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yaitu Willem de Jong, MA SEN yang merupakan seorang master pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dan seorang ahli perilaku yang berasal dari Belanda.

  • Dosen STKIP Catur Sakti Raih Gelar Doktor dengan Predikat "Cumlaude" di Universitas Negeri Yogyakarta

    Dosen STKIP Catur Sakti Bantul, Gunartati, berhasil menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude seusai menjalani sidang promosi doktor Ilmu Pendidikan di Program Pascasarjana Univeristas Negeri Yogyakarta, Kamis (24/8/2017). Gelar doktor tersebut diraih seusai menyelesaikan, mempresentasikan dan mempertahankan disertasi berjudul "Pengembangan Model Pembelajaran PPKn Berbasis Multikultural Pada SMA di DIY."

  • PKKMB PPS UNY DIIKUTI OLEH 1421 MAHASISWA

    Pada tahun akademik 2017 ini, Program Pascasarjana UNY patut berbangga hati karena berhasil menerima sejumlah 1421 mahasiswa, dengan rincian 1251 untuk jenjang magister dan 170 jenjang doktoral. Dari mahasiswa sebanyak itu, masih didominasi oleh mahasiswa wanita sebanyak 840 orang atau 59%, sedangkan sisanya merupakan mahasiswa berjenis kelamin pria sebanyak 581 atau 41%.

Pages